Kamis, 28 Maret 2013

DOSA BESAR TERHADAP DIRI SENDIRI

DOSA BESAR TERHADAP DIRI SENDIRI


A. PENGERTIAN DOSA BESAR TERHADAP DIRI SENDIRI
Dosa besar terhadap diri sendiri adalah dosa besar yang objek atau sasarannya adalah diri sendiri. Tidak sadar akan dirinya, siapa dirinya, untuk apa dirinya tercipta, apa kegunaan dirinya tercipta.
adalah dosa besar jika
mengingkarinya...

B. CONTOH DOSA BESAR TERHADAP DIRI SENDIRI 
1. BAKHIL, Sinonim kata "bakhil" ialah "kedekut", "kikir" dan "lokek". Dalam konteks agama Islam, maksud bakhil lebih dikhususkan kepada sifat atau keadaan seseorang yang berat hati dan tangan, amat sayang atau langsung tidak mau membelanjakan hartanya atau apa yang dimilikinya sebagai sedekah, zakat, pertolongan, bantuan atau derma, baik kepada orang perseorangan (kadang-kadang kepada dirinya sendiri) yang memerlukan bantuannya atau kepada keluarga atau kepada orang banyak (masyarakat) yang mengusahakan prilaku kebajikan, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan urusan menegakkan agama, meninggikan syi'ar Islam atau urusan yang berkaitan dengan kehidupan di akhirat. 
Sikap dan tindakan orang bakhil seperti yang demikian itu adalah amat bertentangan dengan anjuran Allah Ta'ala sebagaimana yang dimaksudkan dalam firman-firmanNya.

Dan bertolong menolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan ketakwaan dan janganlah kamu bertolong menolong dalam berbuat dosa dan kemungkaran. (QS. 5:2)

  Justru, sifat bakhil itu amat dicela oleh agama Islam. Allah Ta'ala berfirman, maksudnya :

Janganlah orang-orang yang bakhil dengan apa yang Allah kurniakan kepada mereka dari kurnia-Nya mengira bahwa kebakhilan itu baik bagi diri mereka. Tidak, bahkan buruk bagi mereka. Akan dikekangkan harta yang dibakhilkan itu ke leher mereka pada hari kiamat. (QS. 3:180).
 

2. UJUB DAN TAKABUR, Rasulullah SAW mendefinisikan “takabbur” sebagai sikap “menolak kebenaran dan merendahkan orang lain”.
  Pengertian itu Nabi sampaikan kepada orang yang mempertanyakan sikap salah seorang sahabat yang suka memakai baju dan sendal bagus. Sabda Nabi :
“Sesungguhnya Allh itu indah dan mencintai keindahan. Takabbur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. HR. Muslim. 
 Adapun makna ujub dalam pendekatan terminologi adalah rasa bahagia dan gembira terhadap apa yang terjadi pada dirinya serta sesuatu yang muncul darinya, baik berupa perkataan atau pun perbuatan. Hal ini dilakukan tanpa melakukan tindakan dzalim terhadap orang lain, baik dalam perkataan atau perbuatan, dalam keadaan baik atau buruk, terpuji  atau tercela.
  Satu hal yang perlu diperhatikan dalam masalah ujub ini adalah sikap gembira yang berlebihan. Sikap ini akan berujung pada sikap merasa paling hebat sendiri, sehingga dia akan melahirkan penyakit baru yang bernama sombong. Sebab, orang yang merasa dirinya hebat biasanya punya kecenderungan meremehkan orang lain. Oleh karena itu, Rasululullah saw memerintahkan kepada siapa saja yang memiliki penyakit ini agar melakukan uzlah. Sebab, penyakit ini akan mengubur sikap tolong menolong, bantu membantu, dan pola hidup berjaamaah atau kolektif.

3. FRUSTASI - BUNUH DIRI, Bunuh diri adalah perbuatan menghentikan hidup sendiri yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau atas keinginannya. Bila seseorang meminta untuk dirinya dibunuh karena pasrah akan kondisinya disebut Euthanasia.
  Motif bunuh diri umumnyna adalah karena frustasi. Frustasi banyak macamnya , misalkan :
  • Dilanda keputusasaan dan depresi
  • Cobaan hidup dan tekanan lingkungan.
  • Gangguan kejiwaan / tidak waras (gila).
  • Himpitan Ekonomi atau Kemiskinan (Harta / Iman / Ilmu)
  • Penderitaan karena penyakit yang berkepanjangan.
Ayat Al-Qur'an tentang larangan bunuh diri
 
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (An-Nisa' : 29)
"Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an)." (QS. Al-Kahfi ; 6).

C. MENGHINDARI DOSA BESAR TERHADAP DIRI SENDIRI
1. Selalu mengingat Allah di mana saja berada, Rasulullah s.a.w. Bersabda, yang artinya:
Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”.
(HR. Tirmidzi, ia telah berkata : Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih)
2. Menyadari bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, sedangkan hidup yang abadi adalah setelah kita melewati yaumul hisab nanti di kemudian hari
3. Selalu berdzikir kepada Allah SWT
4. Selalu bertaubat dan beristighfar kepada Allah, sebagaimana diterangkan dalam hadis berikut.
“Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Setiap anak Adam itu mempunyai kesalahan dan sebaik-baik orang yang mempunyai kesalahan ialah orang-orang yang banyak bertaubat. Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah. Sanadnya kuat.
5. Bergaul dengan orang-orang yang saleh, karena pergaulan yang tidak islami akan membawa malapetaka bagi diri kita. Simak arti dari sebuah hadis berikut.
 “Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: "Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya yang mukmin." Riwayat Abu Dawud dengan sanad hasan.
6. Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT
7. Meneladani kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang yang saleh.

1 komentar:

Top Artikel